Kamis, 18 Februari 2016

KAMUS EKONOMI #E

Efisiensi (efficiency) adalah kondisi dalam masyarakat dimana manfaat yang maksimal dapat diperoleh dari penggunaan seluruh sumber daya yang langka (Mankiw, 2006: 5).

Ekonomi makro (macroeconomics) adalah ilmu yang mempelajari fenomena ekonomi secara luas, termasuk inflasi, pengagguran, dan pertumbuhan ekonomi (Mankiw, 2006: 33).

Ekonomi mikro (microeconomics) adalah ilmu yang mempelajari bagaimana rumah tangga dan perusahaan membuat keputusan dan berinteraksi di pasar (Mankiw, 2006: 33).

Ekspor (ekspor) adalah barang-barang yang diproduksi di dalam negeri dan dijual di luar negeri (Mankiw, 2006: 69).

Eksternalitas (externality) adalah dampak dari tindakan seseorang terhadap kesejahteraan orang lain (Mankiw, 2006: 13).

KAMUS EKONOMI #P

Pemerataan (equity) adalah kondisi dalam masyarakat dimana kekayaan ekonomi didistribusikan secara merata diantara seluruh anggotanya (Mankiw, 2006: 5).

Perekonomian Pasar (market economy) adalah suatu jenis perekonomian yang mengalokasikan sumber dayanya melalui keputusan-keputusan terdesentralisasi dari berbagai perusahaan dan rumah tangga, seiring dengan interaksi mereka di pasar barang dan jasa (Mankiw, 2006: 11).

Pernyataan normatif (normative statement) adalah pernyataan yang memberikan usulan bagaimana dunia seharusnya (Mankiw, 2006: 35).

Pernyataan positif (positive statement) adalah pernyataan yang menjelaskan dunia sebagaimana adanya (Mankiw, 2006: 35).

Perubahan Marginal (marginal changes) adalah penyesuaian-penyesuaian terhadap suatu rencana kerja (Mankiw, 2006: 7).

Produktivitas (productivity) adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan dari setiap jam kerja satu orang pekerja (Mankiw, 2006: 15).

KAMUS EKONOMI #I

Ilmu Ekonomi (economics) adalah ilmu yang mempelajari bagaimana masyarakat mengelola sumber daya yang langka (Mankiw, 2006: 4).

Impor (imports) adalah barang-barang yang diproduksi di luar negeri dan dijual di dalam negeri (Mankiw, 2006: 69).

Inflasi (inflation) adalah peningkatan harga secara keseluruhan dalam suatu perekonomian (Mankiw, 2006: 16).

KAMUS EKONOMI #K

Kelangkaan (scarcity) adalah keadaan alamiah dari sumber daya masyarakat yang senantiasa terbatas (Mankiw, 2006: 4).

Kegagalan Pasar (market failure) adalah situasi dimana suatu pasar gagal mengalokasikan sumber dayanya secara efisien dengan kekuatannya sendiri (Mankiw, 2006: 13).

Kekuasaan Pasar (market power) adalah kemampuan sekelompok orang dalam mengatur harga-harga di pasar (Mankiw, 2006: 13).

Keunggulan absolut (absolute advantage) adalah perbandingan antara produsen suatu barang menurut tingkat produktivitas mereka (Mankiw, 2006: 62).

Keunggulan komparatif (comparative advantage) adalah perbandingan antara produsen suatu barang menurut biaya kesempatan mereka (Mankiw, 2006: 63).

Kurva Phillips (Phillips curve) adalah kurva yang menunjukan tradeoff jangka pendek antara inflasi dengan pengangguran.

PRINSIP EKONOMI 6: PASAR ADALAH TEMPAT YANG BAIK UNTUK MENGORGANISASIKAN KEGIATAN EKONOMI

PRINSIP EKONOMI 6: PASAR ADALAH TEMPAT YANG BAIK UNTUK MENGORGANISASIKAN KEGIATAN EKONOMI

Runtuhnya komunisme di Uni Soviet dan Eropa Timur tahun 1980-an mungkin merupakan perubahan paling penting di seluruh dunia selama setengah abad yang lampau. Negara-negara komunis bekerja dengan premis bahwa perencana-perencana pusat dalam pemerintahan adalah pengatur kegiatan ekonomi yang terbaik. Perencana-perencana inilah yang memutuskan barang dan jasa yang dihasilkan, seberapa banyak, serta siapa yang menghasilkan dan mengkonsumsi nya. Hal ini didasarkan atas teori yang mengatakan bahwa pemerintah dapat mengorganisasikan ekonomi sedemikian sehingga kemakmuran suatu negara dapat tercapai.

Sekarang ini, kebanyakan negara yang sebelumnya memiliki perekonomian yang tersentralisasi meninggalkan sistem tersebut dan mencoba mengembangkan perekonomian pasar. Dalam sebuah perekonomian pasar (market economy), keputusan-keputusan dari perencana yang terpusat digantikan dengan keputusan-keputusan dari jutaan perusahaan dan rumah tangga. Perusahaan memutusakan siapa yang akan dipekerjakan dan barang apa yang dihasilkan. Rumah tangga memutuskan akan bekerja di perusahaan apa dan  akan membeli apa dengan pendapatan mereka. Perusahaan dan rumah tangga saling berinteraksi di pasar, di mana harga dan kepentingan pribadi memandu keputusan-keputusan yang mereka buat.

Sekilas, suksesnya perekonomian pasar mengundang pertanyaan. Bagaimanpun juga, dalam perekonomian pasar tidak ada satu pun pihak yang mengharapkan tercapainya kemakmuran masyarakat yang seutuhnya. Dalam pasar bebas terdapat banyak pembeli dan penjual dari berbagai barang dan jasa, dan semuanya memiliki kepentingan masing-masing. Kendati demikian, walaupun pengambilan keputusan terjadi secara sendiri-sendiri oleh pihak-pihak yang mementingkan diri sendiri, perekonomian pasar telah terbukti sukses dalam mengorganisasikan kegiatan ekonomi yang berhasil meningkatkan kemakmuran bersama.

Dalam bukunya An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nation yang terbit tahun 1776, Adam Smith merumuskan pengamatan yang paling terkenal di bidang ekonomi: semua rumah tangga dan perusahaan yang berinteraksi di pasar bertindak seolah-olah dibimbing oleh suatu "tangan tak tampak" (invisible hand) yang membawa mereka pada hasil-hasil yang dikehendaki di pasar. Seiring dengan anda mempelajari ekonomi, anda akan sadar bahwa harga-harga adalah alat yang digunakan oleh tangan tak tampak ini untuk mengatur kegiatan ekonomi. Harga mencerminkan nilai suatu barang bagi masyarakat, sekaligus biaya yang harus dibayar untuk membuat barang tersebut. Karena rumah tangga dan perusahaan mempertimbangkan harga saat mengambil keputusan untuk menjual dan membeli, tanpa sadar mereka memperhitungkan manfaat dan biaya dari tindakan mereka secara sosial. Hasilnya, harga-harga memandu para pengambil keputusan individu ini untuk mencapai hasil-hasil yang, dalam banyak kasus, memaksimalkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Ada hal yang harus diperhatikan berkenaan dengan kemampuan tangan tak tampak dalam memandu kegiatan ekonomi: Ketika pemerintah mencegah harga-harga untuk menyesuaikan diri secara alamiah terhadap permintaan dan penawaran, kemampuan tangan tak tampak untuk mengoordinasikan jutaan rumah tangga dan perusahaan yang menyusun perekonomian menjadi lumpuh. Hal ini menjelaskan mengapa pajak berdampak buruk pada alokasi sumber-sumber daya: Pajak merusak harga, dan otomatis juga merusak keputusan-keputusan perusahaan dan rumah tangga. Hal ini juga menjelaskan dampak-dampak lebih buruk yang disebabkan oleh berbagai kebijakan yang langsung mengontrol harga. Misalnya, pengontrolan biaya sewa. Dan hal itu juga menjelaskan mengapa komunisme gagal. Di negara komunis, harga tidak ditentukan di pasar, melainkan didikte oleh para perencana terpusat. Perencana terpusat ini tidak memiliki informasi yang tercermin dari harga ketika harga itu bebas untuk menanggapi kekuatan pasar. Perencana terpusat gagal karena mereka menjalankan perekonomian dengan satu tangan terikat di belakang mereka, yaitu tangan tak tampak itu sendiri.

PRINSIP EKONOMI 5: PERDAGANGAN MENGUNTUNGKAN SEMUA PIHAK

PRINSIP EKONOMI 5: PERDAGANGAN MENGUNTUNGKAN SEMUA PIHAK

Mungkin anda pernah mendengar berita bahwa Jepang adalah pesaing utama AS dalam kancah perekonomian dunia. Untuk beberapa kasus, hal ini benar, karena perusahaan-perusahaan AS dan Jepang memang memproduksi barang-barang yang serupa. Ford dan Toyota bersaing di pasar mobil dunia. Compaq dan Toshiba bersaing di pasar komputer dunia.

Mudah sekali kita berkesimpulan keliru ketika menganalisis kompetisi antarnegara. Perdagangan antara AS dan Jepang, seperti juga negara mana pun, bukanlah seperti pertandingan olahraga di mana satu pihak menang dan satu pihak kalah. Justru sebaliknya: Perdagangan antara dua negara akan menguntungkan keduanya.

Untuk mendapatkan alasannya, bayangkan bagaimana perdagangan mempengaruhi keluarga anda. Ketika satu anggota keluarga mencari pekerjaan. Keluarga juga bersaing satu sama lain saat mereka berbelanja, karena masing-masing keluarga mau membeli barang-barang yang terbaik dengan harga yang murah. Jadi, suatu keluarga dalam perekonomian bersaing dengan keluarga lainnya.

Kendati demikian, keluarga anda tidak akan lebih diuntungkan jika mengisolasikan diri dari keluarga yang lain. Jika begitu, keluarga anda harus memproduksi makanan sendiri, pakaian sendiri, dan membangun rumah sendiri. Jelas bahwa keluarga anda mendapatkan banyak hal dari perdagangan dengan pihak lain. Perdagangan membuat semua orang dapat berspesialisasi dalam keahlian mereka, seperti beternak, menjahit, atau membangun rumah. Dengan berdagang masyarakat dapat membeli lebih banyak barang dan jasa dengan harga yang lebih murah.

Negara, seperti juga keluarga, juga diuntungkan dari perdagangan. Perdagangan menyebabkan negara-negara dapat berspesialisasi dalam keahlian mereka dan menikmati lebih banyak barang dan jasa. Negara Jepang, seperti juga Prancis, Mesir, dan Brasil adalah mitra AS di kancah perekonomian dunia, sekaligus pesaing-pesaingnya.